Ini 2 Kuliner Legendaris yang Wajib Dicoba saat ke Kota Semarang

 


Suasana di depan Loenpia Gang Lombok Semarang, Sabtu (10/6/2023).

(Foto : Rafifah Nur Azizah)

Semarang - Bagi kalian yang sedang berjalan-jalan ke Kota Semarang belum terasa lengkap apabila belum mencoba kuliner legendaris ini. Kuliner yang sudah dirintis berpuluh-puluh hingga beratus-ratus tahun ini memiliki rasa yang autentik dan sayang kalau dilewatkan. Berikut 2 kuliner legendaris yang wajib dicoba saat berkunjung ke Kota Semarang :

  1. Loenpia Gang Lombok Semarang

Loenpia dari Gang Lombok ini merupakan kuliner legendaris yang tidak pernah sepi dari pengunjung. Kuliner ini sudah berdiri dari tahun 1800-an. Kedai ini terletak di kawasan Pecinan Semarang, tepatnya di Gang Lombok, Nomor 11, Purwodinatan, Kota Semarang.

Kedai ini menyediakan lumpia goreng yang dapat bertahan selama 24 jam serta terdapat lumpia basah yang dapat bertahan hingga 12 jam. Apabila ingin lebih tahan lama, lumpia bisa disimpan di dalam kulkas agar dapat bertahan selama 7 hari. Kalian dapat menikmati satu buah lumpia dengan harga Rp20.000 baik lumpia goreng maupun lumpia basah. Walaupun harganya cukup mahal, namun terbayarkan oleh kualitas, rasa, dan ukuran yang disajikan.

Makanan yang berbahan utama rebung, udang, dan telur ini disajikan dengan daun bawang, acar timun, serta saus manis dari pati singkong. Kedai ini dapat mempertahankan kualitas dan cita rasa lumpianya. Hal ini dapat dibuktikan dari eksistensi kedai mereka yang masih tetap berdiri sejak ratusan tahun yang lalu meskipun banyak kedai lumpia lain yang bermunculan. Kini, pemilik kedai Loenpia Gang Lombok ini sudah memasuki generasi ke-4. 

Uniknya, rebung yang digunakan dalam lumpia ini tidak bau dan tidak meninggalkan rasa pahit dan gatal di tenggorokan. Rasa dari lumpia ini tidak berbau rebung tidak seperti lumpia-lumpia yang dijual di tempat lain. Ani, salah satu konsumen asli Semarang, mengaku bahwa lumpia yang dijual di Gang Lombok ini berbeda dari lumpia yang dijual di tempat lain.

"Rebungnya dimasak dengan baik sehingga tidak menimbulkan bau dan rasa khas rebung yang tidak disukai banyak orang," kata dia, Sabtu (10/6/2023).

  1. Tahu Gimbal Haji Edy

  Pengunjung berfoto bersama Haji Edy di depan kedai, Sabtu (10/6/2023).

(Foto: Rafifah Nur Azizah)

Selain Loenpia Gang Lombok, tempat kuliner legendaris lain di Semarang yaitu Tahu Gimbal Haji Edy. Kedai ini sudah terbukti kualitasnya, dibuktikan dengan banyaknya penghargaan yang didapat dalam bidang kuliner. Oleh karena itu, belum afdal rasanya jika mengunjungi Semarang, tetapi tidak mencoba makanan legendaris ini.

Pada awalnya, Haji Edy mulai berjualan tahu gimbal pada tahun 1972 dengan cara dipikul. Saat itu dia berjualan di sekitar Simpang Lima, Semarang. Lalu, Haji Edy membuka kedai yang hingga saat ini terletak di Jl Pandanaran No 2, Mugassari, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, tepatnya di sekitar Taman Indonesia Kaya.

Tahu Gimbal Haji Edy berisi potongan tahu goreng, potongan bakwan udang, dilengkapi kol segar yang diiris halus, lalu disiram dengan sambal kacang yang dicampur kecap manis. Tidak lupa tahu gimbal ini ditambah potongan lontong dan telur mata sapi. Tentu saja ada gimbal atau bakwan udang yang digoreng melebar lalu dipotong-potong. Tahu Gimbal Haji Edy ini istimewa, karena kecap yang digunakan merupakan racikan sendiri. Satu porsi tahu gimbal dijual dengan harga Rp25.000. Harga ini sebanding dengan rasanya yang lezat dengan porsi yang banyak.

Anda dapat berkunjung ke tempat ini mulai dari pukul 12.00 siang dan akan lebih ramai saat malam hari.

"(Hari) Senin dan Selasa kurang ramai, kalau (Hari) Jumat, Sabtu, Minggu ramai, buka jam 12.00 siang sampai jam 22.00 malam. Kalau malam lebih ramai dari siang," ucap pemilik warung, Haji Edy.

Mei, salah satu pelanggan mengungkapkan bahwa dia berusaha menyempatkan untuk makan tahu gimbal di Haji Edy ini. Mei ini memilih tempat ini karena sudah akrab dengan pemiliknya, yaitu Haji Edy.

Jika Anda ingin berkunjung ke sini, jangan sampai salah tempat. Banyak penjual tahu gimbal lain yang menggunakan nama yang mirip. Cara membedakannya, Tahu Gimbal Haji Edy yang asli adalah terdapat foto Pak Haji Edy berlatar biru di spanduknya dengan piagam penghargaan yang dipajang di tembok dan gerobak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Intip Murahnya Bunga di Pasar Kembang Solo: Harga Mulai Rp 5.000!

Yuk, Wisata Sejarah di Semarang! Ada Sam Poo Kong dan Museum Ranggawarsita

Ginda Ferachtriawan: Anak Muda Harus Melek Politik!