Yuk, Wisata Sejarah di Semarang! Ada Sam Poo Kong dan Museum Ranggawarsita
Wisatawan berfoto di depan Sam Poo
Kong dan Suasana di dalam Museum Ranggawarsita, Sabtu (10/6/2023).
(Foto: Rafifah Nur Azizah)
Semarang - Liburan sekolah sebentar lagi. Bagi kalian yang mencari
tempat wisata untuk berlibur sekaligus belajar sejarah di Semarang, bisa
mengunjungi 2 tempat wisata sejarah dengan tarif yang ramah di kantong. Tempat
ini bisa kalian kunjungi bersama keluarga, teman, bahkan pasangan kalian, lo.
Berikut 2 tempat wisata sejarah di Semarang yang bisa kalian
kunjungi:
- Sam Poo Kong
Tempat
sejarah pertama yang kalian bisa kunjungi adalah Sam Poo Kong. Kelenteng tertua
di Semarang ini terletak di Jl Simongan No 129, Bongsari, Kecamatan Semarang
Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Kelenteng
ini adalah salah satu tempat wisata terkenal di Semarang. Banyak pengunjung
dari luar kota yang memasukkan tempat wisata ini dalam daftar tempat wisata
yang mereka ingin kunjungi saat berlibur ke Semarang. Kelenteng Sam Poo Kong
adalah salah satu wisata favorit di Semarang.
Untuk
menikmati keindahan Kelenteng Sam Poo Kong ini, kalian tidak perlu merogoh
kocek yang terlalu dalam. Kalian cukup mengeluarkan biaya sekitar Rp15.000 -
Rp20.000 untuk tiket reguler. Dengan membeli tiket reguler, kalian hanya bisa
menikmati kelenteng dari luar pagar dan tidak bisa masuk ke dalam.
Apabila
kalian ingin menikmati keindahan kelenteng dari dekat, kalian bisa membeli
tiket terusan dengan harga sekitar Rp25.000 - Rp35.000. Dengan tiket ini,
kalian bisa memasuki kelenteng secara dekat. Selain itu, kalian bisa mengetahui
sejarah kelenteng secara detail dari juru kunci kelenteng.
Di tempat
wisata ini, terdapat 3 kelenteng utama yang bisa kalian nikmati keindahannya.
Kelenteng yang pertama, yaitu Kelenteng Dewa Bumi. Kelenteng ini biasa
digunakan sebagai tempat ibadah bagi pemeluk agama Konghucu. Kelenteng kedua,
yaitu Kelenteng Kyai Juru Mudi. Kelenteng ini digunakan sebagai tempat
beribadah. Selain itu, terdapat sebuah makam Wang Jing Hong atau Kyai Juru
Mudi. Dia adalah nahkoda yang mengemudikan kapal yang ditumpangi Laksamana
Cheng Ho.
3
kelenteng di tempat wisata Sam Poo Kong, Sabtu (10/6/2023).
(Foto:
Tzabitha Ghina Ramadhania)
Kelenteng
yang ketiga adalah Kelenteng Sam Poo Kong. Ini adalah kelenteng utama dan terbesar.
Di kelenteng ini juga digunakan untuk beribadah. Kelenteng ini dihiasi oleh
ratusan lampion yang bertuliskan nama dan harapan dari pemiliknya. Jika ingin
nama dan harapan kalian juga dituliskan di lampion lalu digantungkan di
kelenteng selama 6 bulan, kalian cukup mengeluarkan biaya sebesar Rp200.000.
Selain menjadi tempat ibadah, di kelenteng ini kalian bisa melihat relief yang
menggambarkan perjalanan rombongan Laksamana Cheng Ho dari Tiongkok ke Pulau
Jawa untuk berdagang dan syiar agama Islam. Terdapat tulisan dalam 3 bahasa
yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Mandarin yang menjelaskan
relief tersebut.
Selain
digunakan sebagai tempat wisata, Kelenteng Sam Poo Kong juga digunakan sebagai
tempat para umat Konghucu dari berbagai daerah di Indonesia merayakan Hari Raya
Imlek.
“Kalau Imlek
ramai sekali karena pusatnya di sini. Orang dari berbagai kelenteng ke
sini," kata Katiyo, seorang juru kunci Kelenteng Kyai Juru Mudi, Sabtu
(10/6/2023).
- Museum Ranggawarsita
Museum
Ranggawarsita berada di Jl Abdulrahman Saleh No 1, Kalibanteng Kidul, Kecamatan
Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah. Museum ini adalah yang terlengkap
di Semarang. Untuk masuk ke museum, kalian hanya perlu mengeluarkan biaya
sekitar Rp4.000 - Rp6.000. Di museum ini, kalian bisa melihat koleksi-koleksi
sejarah, di antaranya yaitu koleksi peninggalan dari zaman Hindu-Buddha,
kolonial, hingga berbagai koleksi teknologi dan kerajinan tradisional.
Selain
menjadi wisata sejarah, di Museum Ranggawarsita ini setiap tahunnya diadakan
acara pameran dengan tema yang berbeda. Pada tahun ini, Museum Ranggawarsita
menggelar pameran bertajuk Pameran Prasasti 2023: Merawat Titipan Nusantara
yang diselenggarakan selama 5 hari, dimulai dari 9 sampai 13 Juni 2023.
Seorang
pengunjung sedang melihat koleksi dari Museum Ullen Sentalu, Sabtu (10/6/2023).
(Foto:
Indiyani Nur Fatimah)
“Pameran
dibuka kemarin (Jumat, 9 Juni 2023) jam 15.00 sore sampai Selasa besok (13 Juni
2023) jam 12.00 siang,” papar Ida sebagai perwakilan dari Museum Ullen Sentalu.
Pameran ini
diikuti oleh 33 museum se-Indonesia. Mereka memamerkan koleksi-koleksi dari
museum yang mereka wakili sesuai dengan tema yang diselenggarakan pada tahun
ini. Pameran pada tahun ini memiliki tujuan untuk mengomunikasikan budaya
kepada para pewarisnya yaitu generasi muda.
“Tujuan pameran ini yaitu untuk mengomunikasikan budaya dan dengan tujuan untuk mendekatkan pewaris budaya agar bertemu dengan warisannya, karena kita (generasi muda) harus melestarikan budaya,” ucap Wildan, perwakilan dari Museum UGM.
Komentar
Posting Komentar