Intip Murahnya Bunga di Pasar Kembang Solo: Harga Mulai Rp 5.000!

Suasana kegiatan jual beli di Pasar Kembang Jumat (24/2/2023) .(Foto: Shifa Vika)

Solo - Pasar Kembang Solo merupakan salah satu pasar bunga terbesar di Solo. Sesuai namanya, pasar yang terletak di Jalan Radjiman atau Jalan Honggowongso khusus memperjualbellikan bunga atau kembang. Harga bunganya pun sangat terjangkau, mulai dari Rp 5.000.

“Bunga buat pengantin, buat nyekar, bunga untuk dekorasi, sampai bunga untuk orang meninggal,” kata Tarni, seorang penjual bunga di Pasar Kembang, Jumat (24/2/2023).

Bunga potong segar yang dijual dapat digunakan selama setidaknya lima hari hingga kelopak mulai layu. Harga bunga berkisar antara Rp 5.000 hingga Rp 20.000 per tangkai tergantung jenisnya. Tidak hanya satuan saja, bunga juga dapat dibeli dalam satu buket dimulai dari harga Rp 35.000 dan harga tertinggi bisa mencapai Rp 500.000. Meskipun begitu, kisaran harga ini dapat meningkat di waktu-waktu tertentu. Jumlah pembeli juga dapat meningkat secara signifikan pada acara wisuda atau valentine.

Akan tetapi, Tarni mengaku musim hujan merupakan musuh bagi para penjual bunga. Puncak musim hujan tahun ini mengakibatkan hujan turun terus menerus hingga terjadi banjir di sejumlah kawasan.

Jika cuaca terlalu panas dapat membuat bunga cepat mengering karena kepanasan, sementara hujan terus menerus menyebabkan bunga dapat membusuk dalam waktu singkat sehingga tidak layak dijual. Pada waktu seperti ini, harga bunga dapat melonjak karena kurangnya jumlah pasokan bunga dan penurunan jumlah pembeli.

“Yang paling diminati bunga mawar merah. Yang kurang diminati bunga krisan,” sebut salah satu penjual, Muhammad Aji Saputra.

Dia juga mengakui bunga mawar permintaannya tertinggi sehingga persediaannya diprioritaskan. Selain itu, bunga mawar merah juga seringkali mengalami fluktuasi harga. Hal ini juga sedikit banyak disebabkan karena karakteristik bunga mawar yang mudah terpengaruh oleh cuaca.

“Yang biasanya Rp 5000 bisa jadi Rp 15.000 per tangkainya,” kata Aji.

Menurut dia, tergantung yang membutuhkan bunga tersebut.

"Kalau banyak yang membutuhkan bunganya tidak ada ya harganya mahal. Kalau orang membutuhkan bunganya banyak, harganya murah. Tergantung situasi kondisi,” ungkap Aji.

Aji membeberkan musim hujan dan banjir membuat harga bunga segar cenderung naik.

“Harganya mahal. Kalau biasanya Rp 100.000 bisa naik sampai Rp 500.000,” tutur dia.

Aji menambahkan puncak musim hujan di Februari mengakibatkan pasokan bunga turun dan penjualan kurang. Meskipun begitu, Pasar Kembang tetap bergeliat dengan adanya sejumlah pembeli yang membeli bunga untuk acara tertentu.

Misalnya Nizar yang mengakui datang membeli bunga untuk pasangannya tanpa alasan khusus.

“Hanya ingin beli saja sebagai tanda rasa cinta,” ucapnya dengan ringan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Yuk, Wisata Sejarah di Semarang! Ada Sam Poo Kong dan Museum Ranggawarsita

Ginda Ferachtriawan: Anak Muda Harus Melek Politik!